Jumat, 16 September 2016

7 Layer OSI

Assalamualaikum wr wb.Apa kabar semua? Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang macam-macam & Layer OSI, langsung dicek aja ya..

Pada tahun 1977 suatu subcommittee dari International Organization for Standarddization, mulai bekerja untuk membuat beberapa set standard untuk memfasilitasi komunikasi jaringan. Pekerjaan ini selesai pada tahun 1984 dan dikenal sebagai model referensi OSI – Open System Interconnection.Model OSI ini merupakan metoda yang paling luas digunakan untuk menjelaskan komunikasi jaringan dan sebagai titik referensi untuk membahas spesifikasi protokol.
  • Layer 7, 6, dan 5 difokuskan untuk pelayanan dari suatu aplikasi 
  • Layer 4, 3, 2, dan 1  difokuskan untuk aliran data dari ujung ke ujung yang lain (end-to-end)









  • Fungsi Layer Application
Layer 7 adalah layer aplikasi yang saling berkomunikasi antar komputer. Layer aplikasi mengacu pada pelayanan komunikasi pada suatu aplikasi.
Layer ini menjelaskan aturan-aturan berikut :
    1. Penyediaan layanan jaringan
    2. Penawaran – pengiklanan layanan jaringan
    3. Pengaksesan layanan jaringan
Contoh protokol yang menggunakan layer ini yaitu :
   Netware’s services advertising protocol (SAP)
   TCP/IP Network File System (NFS)
  • Fungsi Layer Presentation
Layer 6 adalah layer presentation dimana tujuan utamanya adalah mendefinisikan format data seperti text ASCII, text EBCDIC, binary, BCD dan juga jpeg. Enkripsi juga didefinisikan dalam layer 6 ini.
Layer Presentation menspesifikasikan aturan berikut:
    1. Penterjemahan Data
    2. Enkripsi dan kompresi data
Contoh protokol yang menggunakan layer ini yaitu :
   Netware Core Protocol (NCP)
   AppleTalk Filing Protocol (AFP)
  • Fungsi Layer Session
Layer 5 ini mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol, dan mengakhiri suatu percakapan (disebut session).
 Layer Session menspesifikasikan aturan :
   Pengendalian sesi komunikasi antara dua piranti
Contoh protokol yang menggunakan layer ini yaitu :
   Netware’s Servise Advertising Protocol (SAP)
   TCP/IP remote procedure call (RPC)
Contoh sederhana analoginya adalah operator telpon. Jika kita mau menelpon suatu nomor sementara kita tidak tahu nomornya, maka kita bisa tanya ke operator.
  • Fungsi Layer Transport
Layer 4 tertuju pada masalah yang berhubungan dengan pengiriman data kepada komputer lain seperti proses memperbaiki suatu kesalahan atau error recovery, segmentasi dari blok data dari aplikasi yang besar kedalam potongan kecil untuk di kirim, dan pada sisi komputer penerima potongan tersebut disusun kembali.
 Layer OSI ke 4 ini menspesifikasikan aturan berikut :
    1. Menyembunyikan struktur jaringan dari layer diatasnya
    2. Pemberitahuan kalau data pesan telah diterima
    3. Menjamin kehandalan, pengiriman pesan bebas kesalahan
Contoh protokol yang menggunakan layer ini yaitu :
   Netware’s Sequence Packet Exchange (SPX) protocol
   TCP/IP’s Transmision Control Protocol (TCP)
   TCP/IP’s Domain Name System (DNS)
  • Fungsi Layer Network
Layer 3 mendefinisikan pengiriman data dari ujung ke ujung. Untuk melakukan pengiriman pada layer ini juga melakukan pengalamatan. Selain itu juga mendefinisikan pengiriman jalur (routing).
 Layer OSI ini menspesifikasikan aturan berikut :
    1. Data routing antar banyak jaringan
    2. Frakmentasi dan membentuk ulang data
    3. Identifikasi segmen kabel jaringan
Contoh protokol yang menggunakan layer ini yaitu :
   Netware’s Internetwork Packet Exchange (IPX) Protocol
   TCP/IP’s Internet Protocol (IP), AppleTalk DDP
  • Fungsi Layer Data link
Layer 2 mengatur pengiriman data dari interface yang berbeda. Misalnya pengiriman data dari ethernet 802.3 menuju ke High-Level Data Link Control (HLDLC), serta untuk pengiriman data WAN.
 Layer OSI ini menspesifikasikan aturan berikut :
    1. Koordinasi bits kedalam kelompok logical dari suatu informasi
    2. Mendeteksi dan terkadang juga memperbaiki kesalahan
    3. Mengendalikan aliran data
    4. Identifikasi piranti jaringan
Contoh protokol yang menggunakan layer ini yaitu :
   Ntware’s Link Support layer (LSL)
   Asynchronouse Transfer Mode (ATM)
   IEEE 802.3/802.2, HDLC, Frame Relay, PPP, FDDI, IEEE 802.5/802.2
  • Fungsi Layer Physical
Layer 1 ini berhubungan dengan karakteristik dari media transmisi. Contohnya spesifikasi dari konektor, pin, pemakaian pin, arus listrik, encoding dan modulasi cahaya.
 Layer OSI ini menspesifikasikan aturan berikut :
    1. Struktur fisik suatu jaringan misal bentuk konektor dan aturan pin pada konektor kabel RJ-45
    2. Aturan mekanis dan elektris dalam pemakaian medium transmisi
    3. Protocol Ethernet seperti IBM Token ring; AppleTalk
    4. Fiber Distributed Data Interface (FDDI) EIA / TIA-232; V.35, EIA/TIA-449, RJ-45, Ethernet, 802.3, 802.5, B8ZS
    5. Sinkronisasi sinyal-2 elektrik melalui jaringan
    6. Encoding data secara electronic
Nah, sekian artikel sederhanaku, semoga kalian tetap mendapatkan hikmah dan tambah ilmu dari artikel saya, terima kasih sudah berkunjung. Wassalamualaikum wr wb  

Sistem Operasi Open Source dan Closed Source

Assalamualaikum wr wb.Apa kabar semua? Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang OS Open Source dan OS Closed Source, langsung dicek aja ya..

Sistem Operasi adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem Operasi Jaringan (network operating system) adalah sebuah sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan komputer.

Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server dan client.

  • Komputer Server adalah komputer yang mneyediakan fasilitas bagi PC lain di dalam jaringan
  • Komputer Client adalah komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Berikut perbedaan OS Open Source dan Close Source :


Open source adalah perangkat lunak dimana kode program terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar dapat dipelajari, diubah atau dikembangkan lebih lanjut dan disebar luaskan.
  • Keuntungan :
  1. Banyak tenaga (SDM) yang berperan mengerjakan proyek
  2. Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki
  3. Kualitas hasil lebih terjamin karena komunitas melakukan evaluasi
  4. Lebih aman dari virus
  5. Hemat biaya
  • Kekurangan :
  1. Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
  2. Tidak adanya proteksi terhadap HAKI
    Contoh :
    Linux, yaitu Ubuntu, Red Hat,  Mandriva, CentOS, Fedora, Blankon, OpenSUSE, Clear OS, Debian

Close Source adalah Sistem operasi yang codenya tidak dibuka untuk umum, pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi dengan gratis maupun membayar.
  • Keuntungan :
  1. Kestabilan sistem terjamin karena ada penangung jawab resmi.
  2. Support langsung dari pemilik aplikasi /program.
  3. Mudah mendapatkan sertifikasi.
  4. Lebih mudah dipahami karena mayoritas pengguna menggunakannya
  • Kekurangan :
    1. Tidak ada support khusus / langsung dari pembuat (developer).
    2. Sulit untuk mendapatkan sertifikasi.
    3. Adanya lisensi yang mengharuskan pengguna untuk menyediakan dana /financial.
    4. Rentan terkena virus
    5. Aplikasi umumnya tersedia berbayar. 
     
Perbedaan Open Source dan Close source : 
  • Sistem operasi open source Linux sebenarnya adalah proyek pengerjaan sebuah kernel, sedangkan closed source tidak mengerjakan kernel saja tetapi semua aspek dalam sistem operasi.
  • Sistem operasi open source bisa di dapatkan secara gratis dan Cuma- Cuma, sedangkan sistem operasi closed source harus membayar dan membelinya dulu.
  • Sistem operasi closed source ada sertifikat untuk setiap pembeliannya, sedangkan sistem operasi open source tidak ada sertifikat khusus setiap kita menggunakannya.
  • Sistem operasi open source ( Linux,Unix,dll ) adalah proyek yang melibatkan orang-orang diseluruh dunia yang mendukungnya. Sedangkan pada sistem operasi closed source hanya satu pengembang saja.
Nah, sekian artikel sederhanaku, semoga kalian tetap mendapatkan hikmah dan tambah ilmu dari artikel saya, terima kasih sudah berkunjung. Wassalamualaikum wr wb 

Program C++ Menghitung Gaji Karyawan

Assalamualaikum, kali ini saya akan membahas tentang cara membuat program c++ menghitung gaji karyawan. Okelah, langsung saja dimulai..

Pertama kita buka dulu CodeBlocknya
Kemudian, Pilih file -- new -- empty file, seperti gambar di bawah ini. Atau kamu bisa klik Ctrl+Shift+N

Lalu kalau sudah, copikan semua script di bawah ini ke dokumen kosong tadi. Lalu klik gambar Build and Run
#include <lostream>
#include <conio.h>
#include <stdilb.h>
#include <stdio.h>
#include <iomanip>

using namespace std ;

// Nama Kelompok    : 1. Aditya Eka Wisnu Wardana 01
//                                     2. Dendi Eka Putra          11
// Kelas            : XI TKJ 2
//      SMK Negeri 1 Purwodadi

int main(){
char nama[99],sn,yes;
int tsn,jab,mk,th,ja,gj_pkk;
long tja,jml;
float tmk,tjab, gp=1500;
menu:

system ("cls");
cout<<" "<<endl<<endl;
cout<<"                         Program Hitung Gaji Karyawan"<<endl<<endl;
cout<<"           ---------------------------------"<<endl<<endl;
cout<<"           | Nama Karyawan             : ";cin>>nama;
cout<<"           | Status Nikah  (Y/T)       : '';cin>>sn;
cout<<"           | Jabatan : 1. Direktur       "<<endl;
cout<<"           |           2. Karyawan       "<<endl;
cout<<"           |           3. Office Boy   : ";cin>>jab;
cout<<"           | Masa Kerja                : ";cin>>mk;
cout<<"           | Jumlah anak               : ";cin>>ja;
cout<<"           ---------------------------------"<<endl;
//--------------------------------keluarga--------------------------------------
if(sn=='y'|| sn=='Y'){
tsn=150;
}
else if(sn=='t'|| sn=='T'){
tsn=0;
}
else{
cout<<" Maaf Kode Status Nikah Anda Salah!!!"<<endl<<endl;

cout<<"Apakah Kamu Ingin Mengulang (Y/T) ?";cin>>yes;
if(yes=='Y'||yes=='y'){
goto menu;
        return;
}
else{
cout<<"Maaf, Kamu Harus Coba Lagi"<<endl;
}
}
//--------------------------------jabatan------------------------------------
if(jab==1){
tjab=0.05*gp;
}
else if(jab==2){
tjab=0.1*gp;
}
else if(jab==3){
tjab=0.15*gp;
}
else{
cout<<" Maaf Kode Jabatan Anda Salah!!!"<<endl<<endl;

cout<<"Apakah Kamu Ingin Mengulang (Y/T) ?";cin>>yes;
if(yes=='Y'||yes=='y'){
goto menu;
        return 0;
}
else{
cout<<"Maaf, Kamu Harus Coba Lagi"<<endl;
}
}
//----------------------------------Masa Kerja------------------------------------
if(mk==0){
tmk=0;
}
else if(mk==1){
tmk=0.25*gp;
}
else if(mk==2){
tmk=0.5*gp;
}
else if(mk==3){
tmk=0.75*gp;
}
else if(mk>=4){
tmk=1*gp;
}
else {
cout<<" Maaf Kode Masa Kerja Anda Salah!!!"<<endl<<endl;

cout<<"Apakah Kamu Ingin Mengulang (Y/T) ?";cin>>yes;
if(yes=='Y'||yes=='y'){
goto menu;
        return 0;
}
else{
cout<<"Maaf, Kamu Harus Coba Lagi"<<endl;
}
}
//-------------------------------jmlank----------------------------------------
if(ja==0){
tja=0;
}
else if(ja==1){
tja=1*gp;
}
else if(ja==2){
tja=1.5*gp;
}
else if(ja==3){
tja=2*gp;
}
else if(ja>=4){
tja=2*gp;
}
else {
cout<<" Maaf Kode Jumlah Anak Anda Salah!!!"<<endl<<endl;

cout<<"Apakah Kamu Ingin Mengulang (Y/T) ?";cin>>yes;
if(yes=='Y'||yes=='y'){
goto menu;
        return 0;
}
else{
cout<<"Maaf, Kamu Harus Coba Lagi"<<endl;
}
}
jml=tja+tjab+tsn+tmk+gp;
//------------------------------------------------------------------------------
cout<<endl<<endl;
cout<<"              Karyawan yang bernama : "<<nama<<endl<<endl;
cout<<"              Gaji Yang Diterima"<<endl<<endl;
cout<<"         Gaji Pokok               :Rp "<<gp<<"000"<<endl;
cout<<"         Tunjangan Jabatan        :Rp "<<tjab<<"000"<<endl;
cout<<"         Tunjangan Anak           :Rp "<<tja<<"000"<<endl;
cout<<"         Tunjangan Keluarga       :Rp "<<tsn<<"000"<<endl;
cout<<"         Bonus                    :Rp "<<tmk<<"000"<<endl;
cout<<"         ------------------------------------------------ +"<<endl<<endl;
cout<<"         Gaji Yang Diterima       :Rp "<<jml<<"000"<<endl<<endl;
bawah:
cout<<"Apakah Kamu Ingin Mengulang (Y/T) ?"<<endl;cin>>yes;
if(yes=='Y'||yes=='y'){
goto menu;
        return 0;
}
else{
cout<<"Silakan ambil uangnya di kasir"<<endl;
}
getch();
}
Lalu kalau berhasil maka tampilannya akan seperti ini :
Sekian terima kasih atas kunjungannya, apabila ada salah pengetikan saya mohon maaf. Dan jangan lupa sering - sering mampir ke blog saya ya. Wassalam

Macam - Macam Partisi

Assalamualaikum wr wb.Apa kabar semua? Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang macam-macam partisi, yaitu parti di Linux dan di Windows, langsung dicek aja ya..

Partisi merupakan pembagian format hardisk secara logic, bukan secara fisik. Kegunaan yang lain adalah bahwa kita dapat memiliki beberapa partisi, masing-masing diformat dengan sistem file yang berbeda. 

File system, format disk yang dimasukan ke dalam tabel yang dapat di baca, ditafsirkan, dan di tulis oleh sistem operasi. Sementara ada banyak jenis file sistem, hanya ada tiga jenis partisi: primary, extended, dan logical. Setiap hardisk yang diberikan hanya dapat memiliki maksimal empat partisi primer.

Keterbatasan ini disebabkan dari Master Boot Record yang memberitahu komputer akan partisi dapat di boot, oleh karena itu partisi primer disediakan untuk sistem operasi.

Partisi Pada Linux
Pada sistem operasi Linux Debian, secara umum ada 3 partisi yang wajib diketahui, diantaranya :

Partisi Primary, partisi utama pada sistem operasi Linux, Partisi primary pada Linux tidak seperti di windows yang hanya mengijinkan 1 partisi primary, akan tetapi partisi primary pada linux dapat dibuat sampai 4 partisi. Penamaan partisi primary pada Linux adalah sda1, sda2, sda3 dan sda 4, atau biasanya dengan simbol #1,  #2,  #3 dan #4.

Partisi Extended, partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan pada partisi primary. Jika kita mensetting partisi menjadi 4 bagian maka salah satu dari partisi akan menjadi partisi extended. Didalam partisi extended nanti akan digunakan partisi logical untuk menyimpan data.

Partisi Logical, partisi ini biasanya selalu dibuat dalam bentuk partisi extended. Penomoran partisi logical selalu dimulai dari nomor 5, 6, 7 atau kita dapat melihatnya dengan #5, #6, #7
 

Dalam proses instalasi Linux Debian selalu membutuhkan 2 partisi kosong yang digunakan untuk ROOT dan SWAP. 
ROOT, partisi utama pada Linux dan untuk instalasinya direkomendasikan minimal space yang dibutuhkan adalah 4 GB. 

SWAP, merupakan virtual memori yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory komputer full sehingga sebagian pekerjaan dan proses akan dialihkan ke partisi SWAP.
 
Secara teori kapasitas partisi SWAP adalah 2x ukuran memori RAM sehingga jika kita mempunyai RAM 512 MB maka partisi SWAPnya sebesar 1024 MB.

Partisi Pada Windows


Sebuah partisi dibentuk dari kumpulan silinder pada hardisk. Kumpulan silinder inilah yang menentukan ukuran dari partisi tersebut. Dengan adanya pembagian ini memungkinkan user menggunakan lebih dari satu sistem file pada masing-masing partisi. Hal ini karena satu sistem file hanya dapat diterapkan pada satu partisi/harddisk.

Terdapat 3 kategori partisi yang ada, yakni partisi primer, extended dan partisi logikal. Informasi mengenai partisi pada hardisk ini tersimpan pada Master Boot Record. Aturan yang digunakan untuk penataan partisi komputer pribadi ini adalah maksimal 4 partisi primer atau 3 partisi primer dan 1 partisi extended dalam satu hardisk. Partisi logikal dibuat dalam partisi extended. Jumlah partisi logikal dalam partisi extended tidak dibatasi.

Nah, sekian artikel sederhanaku, semoga kalian tetap mendapatkan hikmah dan tambah ilmu dari artikel saya, terima kasih sudah berkunjung. Wassalamualaikum wr wb

Kamis, 15 September 2016

Sistem BUS

Bus, bagian dari sistem komputer yang berfungsi untuk memindahkan data antar bagian – bagian dalam sistem komputer. Data dipindahkan dari piranti masukan ke CPU, CPU ke memori, atau dari memori ke piranti keluaran.

Cara Kerjanya yaitu, pada sistem komputer yang maju arsitektur komputernya  lebih kompleks, sehingga untuk meningkatkan  performa, digunakan beberapa buah bus. Tiap bus merupakan jalur data antara beberapa device yang berbeda. RAM, Prosesor, GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus utama berkecepatan tinggi yang lebih dikenal dengan nama FSB (Front Side Bus). Sementara perangkat yang lambat dihubungkan oleh bus yang berkecepatan rendah yang terhubung dengan bus lain lebih cepat sampai ke bus utama. Untuk komunikasi antar bus ini digunakan sebuah bridge. 

Jenis-jenis Bus Berdasarkan Fungsi : 

Data Bus  
Berfungsi untuk mentransfer data, membawa data ke perangkat atau periferal. Terdiri dari beberapa jalur penghantar, 8, 16, 32 bahkan 64 bahkan lebih jalur paralel. Data ditransmisikan dalam dua arah, yaitu dari CPU atau mikroprosesor ke unit memori atau modul I/O dan sebaliknya. Semakin lebar bus maka semakin besar data yang dapat ditransfer sekali waktu.

Control Bus 
Berfungsi untuk mensinkronkan proses penerimaan dan pengiriman data. Untuk mengatur memori atau port agar siap ditulis atau dibaca. Sinyal Kontrol: RD, WR, IO/M. Sinyal Read dan write : untuk mengakses data ke dan dari perangkat

Address Bus 
Membawa informasi untuk mengetahui lokasi suatu perangkat atau periferal. Untuk memilih lokasi memori atau port yang akan ditulis atau dibaca. Untuk menentukan rute data, bersumber dari mana, tujuannya ke mana. Bersifat searah, cpu memberikan alamat yang bertujuan untuk menentukan periferal mana yang dituju. Contoh memori mana yang dituju atau I/O mana yang dituju. Semakin besar bus alamat, akan semakin banyak range lokasi yang dapat dialamati. Jumlah alamat yang dapat dituju pada Bus alamat adalah sebanyak 2n. n jumlah jalur bus alamat.   

Contoh – Contoh BUS

Banyak perusahaan yang mengembangkan bus-bus antarmuka terutama untuk perangkat peripheral. Diantara jenis bus yang beredar di pasaran saat ini adalah, PCI, ISA, USB, SCSI, FuturaBus+, FireWire, dll. Semua memiliki keunggulan, kelemahan, harga, dan teknologi yang berbeda sehingga akan mempengaruhi jenis-jenis penggunaannya. Berikut contoh BUS beserta penjelasannya : 

Bus ISA : Industri komputer personal lainnya merespon perkembangan ini dengan mengadopsi standarnya sendiri, bus ISA (Industry Standar Architecture), yang pada dasarnya adalah bus PC/AT yang beroperasi pada 8,33 MHz. Keuntungannya, bahwa pendekatan ini tetap mempertahankan kompatibilitas dengan mesin dan kartu yang ada.

Bus PCI : Peripheral Component Interconnect (PCI), bus yang tidak tergantung prosesor dan berfungsi sebagai bus peripheral. Standar PCI adalah 64 saluran data pada kecepatan 33MHz, laju transfer data 263 MB per detik atau 2,112 Gbps. Keunggulan PCI tidak hanya pada kecepatannya saja tetapi murah dengan keping yang sedikit.

Bus USB : Semua perangkat peripheral tidak efektif apabila dipasang pada bus kecepatan tinggi PCI, sedangkan banyak peralatan yang memiliki kecepatan rendah seperti keyboard, mouse, dan printer. Sebagai solusinya tujuh vendor komputer (Compaq, DEC, IBM, Intel, Microsoft, NEC, dan Northen Telecom) bersama-sama merancang bus untuk peralatan I/O berkecepatan rendah. Standar yang dihasilkan dinamakan Universal Standard Bus (USB).

Bus SCSI : Small Computer System Interface (SCSI), perangkat peripheral eksternal yang dipopulerkan oleh Macintosh pada tahun 1984. SCSI merupakan interface standar untuk drive CD-ROM, peralatan audio, hard disk, dan perangkat penyimpanan eksternal berukuan besar. SCSI menggunakan interface paralel dengan 8,16, atau 32 saluran data.

Bus P1394 / Fire Wire : Semakin pesatnya kebutuhan bus I/O berkecepatan tinggi dan prosesor saat ini yang mencapai 1 GHz, maka perlu diimbangi dengan bus berkecepatan tinggi juga. Sehingga dikembangkan bus performance tinggi yang dikenal dengan FireWire (P1393 standard IEEE). P1394 memiliki kelebihan dibandingkan dengan interface I/O lainnya, yaitu sangat cepat, murah, dan mudah untuk diimplementasikan. Pada kenyataan P1394 tidak hanya populer pada sistem komputer, namun juga pada peralatan elektronik seperti pada kamera digital, VCR, dan televisi. Kelebihan lain, penggunaan transmisi serial sehingga tidak memerlukan banyak kabel.